PERAN DAN MANFAAT KEPERAWATAN DARI SEGI IDEOLOGI PANCASILA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.   Latar Belakang

Pada keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 647/MENKES/SK/IV/2000 tentang ketentuan umum pada Bab I Pasal 1 yaitu :

“Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

Dengan demikian perawat memiliki peranan dan fungsi dalam melaksanakan profesinya yang secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien dalam kemandirian untuk hidup sehat ditinjau dari segi ediologi pancasila.

Ideologi Pancasila pada hakikatnya merupakan sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, keyakinan dan nilai bangsa Indonesia yang secara normatif perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyakat, berbangsa dan bernegara, namun kesadaran masyarakat akan ideologi bangsa itu bertingkat. Hal ini berarti bahwa kesadaran ideologi masyarakat berjalan dalam proses dan mengenal tahapan dalam intensitasnya.

Oleh karena itu peranan perawat khususnya perawat profesional sangat erat kaitannya dengan pendidikan pancasila khususnya etika nilai-nilai pengembangan profesinya dari efek pendidikan pancasila itu sendiri. Maka peranan perawat sangat menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab untuk memelihara dan mengelola asuhan keperawatan serta mengembangkan diri dalam meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan keperawatan.

  1. B.   Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

Mengetahui sejauh mana peranan secara aktif dan fungsi atau manfaat kesehatan khususnya dibidang keperawatan ditinjau dari segi ideologi pancasila.

 

 

  1. C.   Tujuan

Mengetahui peranan dan fungsi keperawatan ditinjau dari segi ideologi pancasila.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

PERAN DAN MANFAAT KEPERAWATAN DARI SEGI IDEOLOGI PANCASILA

Perawat profesional pemula mempunyai peran dan funsgi sebagai berikut:

“Melaksanakan pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai kebijakan umum pemerintah yang berlandaskan pancasila, khususnya pelayanan atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas berdasarkan kaidah-kaidah” yaitu :

  1. Menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola asuhan keperawatan.
  2. Berperan serta dalam kegiatan penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan atau asuhan keperawatan.
  3. Berperan secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien dalam kemandirian untuk hidup sehat.
  4. Mengembangkan diri terus menerus untuk meningatkan kemampuan profesional.
  5. Memelihara dan mengembangkan kepribadian serta sikap yang sesuai dengan etika keperawatan dalam melaksanakan profesinya. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang reaktif, produktif, terbuka untuk menerima perubahan serta berorientasi kemasa depan, sesuai dengan perannya.

 

  1. A.   PERAN KEPERAWATAN
  2. Peranan Perawat ( CHS 1989 )

Peran adalah tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap perawat dengan proses dalam sistem :

  1. Pemberi Asuhan Keperawatan.
  2. Pembela Pasien ( Patien Advocate ).
  3. Pendidikan Tenaga Perawat dan Masyarakat.
  4. Koordinator Dalam Pelayanan Pasien.
  5. Peranan Perawat ( Lokakarya Nasional 1983 )
    1. Pendidikan dalam Keperawatan.
    2. Pelaksana Pelayanan Keperawatan.
    3. Pengelola Pelayanan Keperawatan dan Institusi Pendidikan.
    4. Peneliti dan Pengembang Keperawatan.
    5. Peranan Perawat menurut Para Sosiolog :
      1. Therapeutik role : kegiatan yang ditujukan langsung kepada pencegahan dan pengobatan penyakit.
      2. Expressive/mother substitue role : kegiatan langsung menciptakan lingkungan dimana pasien merasa aman, diterima, dilindungi, dirawat dan didukung oleh perawat.
      3. Peran Perawat menurut Schulman :

Schulman berpendapat hubungan perawat dengan pasien sama dengan ibu dan anak antara lain :

  1. Kontak jasmani yang intim dengan kelembutan hati, rasa kasih sayang.
  2. Melindungi anak dari ancaman bahaya.
  3. Bila anak tumbuh lebih besar diberi dorongan untuk mandiri.
  4. Koordinator dalam pelayanan pasien.
  5. Kolaborator pembinaan kerja sama dengan profesi lain dna antar perawat sendiri.
  6. Konsultan/penasehat pada tenaga kerja dan klien.
  7. Pembaharu (agen of change) dari sistem, metodologi dan sikap.

Dibawah ini peran perawat secara umum yaitu :

  1. Meyakinkan bahwa perusahaan memenuhi peraturan dan perundangan.
  2. Mengembangkan program surveilance kesehatan
  3. Melakukan konseling
  4. Melakukan koordinasi untuk kegiatan promosi kesehatan dan fitnes.
  5. Melakukan penilaian bahaya potensial kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.
  6. Mengelola penatalaksanaan penyakit umum dan penyakit akibat kerja dan pertolongan pertama pada kecelakaan serta masalah kesehatan primer di perusahaan.
  7. Melaksanakan evaluasi kesehatan dan kecelakaan kerja.
  8. Konsultasi dengan pihak manajemen dan pihak lain yang diperlukan.
  9. Mengelola pelayanan kesehatan, termasuk merencakan, mengembangkan dan menganalisa program, pembiayaan, staffing serta administrasi umum.
    1. B.   FUNGSI KEPERAWATAN

Fungsi adalah pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan peranannya:

  1. Seven Function of the nurse (Phaneuf 1971)
    1. Melaksanakan perintah dokter yang sah dalam rangka penyembuhan penyakit (fungsi dependent).
    2. Observasi gejala dan reaksi penderita berkaitan dengan penyakit dan penyebabnya.
    3. Mengawasi pasien, memformulasikan dan merevisi rencana keperawatan secara terus menerus tergantung pada kondisi dan kemampuan pasien.
    4. Mengawasi segala pihak yang ikut merawat pasien dan mempertimbangkan kemampuan mereka dalam merawat.
    5. Pencatatan dan pelaporan keadaan pasien.
    6. Menerapkan dan melaksanakan prosedur dan teknik keperawatan.
    7. Pengarahan dan penyuluhan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan emosional.
    8. Fungsi Perawat ( PK ST. Carolus 1983 )
      1. Fungsi Pokok

Membantu individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat dalam melaksanakan kegiatan yang menunjang kesehatan, penyembuhan atau menghadapi kematian dengan tenang sesuai dengan martabat manusia yang pada hakekatnya dapat mereka laksanakan tanpa bantuan.

  1. Fungsi Tambahan

Membantu individu, keluarga dan masyarakat dalam melaksanakan rencana pengobatan yang ditentukan oleh dokter.

  1. Fungsi Kolaboratif

Sebagai anggota tim kesehatan, bekerja sama saling membantu dalam merencanakan dan melaksanakan program kesehatan secara keseluruhan yang meliputi pencegahan penyakit, peningkatkan kesehatan, penyembuhan dan rehabilitasi.

Didalam menjalankan fungsinya maka seorang perawat kesehtan kerja melakukan 2 kelompok pekerjaan yang besar yaitu :

  1. Penatalaksanaan kasus adalah dalam menerapkan proses keperawatan dan prinsip-prinsip kesehatan masyarakat pada pekerja dan tempat kerja. Dengan kata lain penatalaksanaan kasus adalah penerapan standar pelayanan klinis keperawatan pada tenaga kerja.
  2. Penatalaksanaan program adalah penerapan fungsi-fungsi administrasi pada program-program kesehatan dan keselamatan kerja.

Menurut kozier (1991) mengemukakan fungsi perawat :

  1. Fungsi keperawatan mandiri (independen)
  2. Fungsi keperawatan ketergantungan (dependen)
  3. Fungsi keperawatan kolaboratif (interdependen)

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. A.   KESIMPULAN

Berdasarkan isi makalah diatas, maka penulis menarik suatu kesimpulan yaitu :

  • Keperawatan profesional mempunyai peran dan fungsi sebagai berikut yaitu : “Melaksanakan pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanana kesehatan sesuai dengan kebijakan umum pemerintah yang berlandaskan pancasila khususnya pelayanan atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas”.
  • Dengan demikian peran dan fungsi perawat itu sangat penting untuk pelayanan kesehatan, demi meningkatkan dan melaksanakan kualitas kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

B. SARAN

Dengan disusunnya makalah ini mengharapkan kepada semua pembaca agar dapat menelaah dan memahami serta menanggapi apa yang telah penulis susun untuk kemajuan penulisan makalah selanjutnya dan umumnya untuk lebih melaksanakan etika keperawatan dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila ke arah perawat yang profesional dan supaya pembaca lebih memahami manfaat perawat secara utuh .


 

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2000.Penyempurnaan Kurikulum Inti Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Pancasila Pada Perguruan Tinggi di Indonesia.

Munadjat Danusaputro, St. Mr. Prof. 1981. Wawasan Nusantara. Bandung : Depdikbud.

 

One thought on “PERAN DAN MANFAAT KEPERAWATAN DARI SEGI IDEOLOGI PANCASILA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s