jalan2 Tirtha Empul….
via PicsArt Photo Studio

Iklan

Penyakit Aneh Ala Martabak

Akhir-akhir ini Kegiatanku semakin padat apalagi semenjak pulang dari PKN (Prakter Kerja Nyata)sampai-sampai waktu istrahattidak mmenentu dan kurang akhirnya baru terasa sekarang jadi Drop deh….
uda diminumkan abat, minum teh dan makan apel ijow juga nda fresh2.. (badan gemuk tapi muka alias mata kayak orang penyakitan)
hmmm beginilah nasib Mahasiswa Akhir yang harus berhadapan dengan angka2, tabel2,dan analisa….

bay the way,,,, kembali ke topik..

Obat dan Apel nda mempan,,,,

Akhirnya Martabak harus turun tangan,,,hehehe…

Martabak = obat paling ampuh untukku……

Sudah teruji kekhasiatannya dari dulu semenjak kecil kalau amandel kambuh tinggal dibelikan sj Martabak (kadang dengan tambahan Apel hijaunya) yang dibeli sama Ayah berkat bujukan dari ibuku Tercinta….
Manjur men…… ūüėČ

dan selalunya ada yang iri, tidak lain dan tidak bukan adalah kakakq tersyang kak Fitri Fibo …. hmm makanya buat penyakit baru n aneh lg toh,,,,hehehe ūüėÄ
tapi akhirnya ikutan nimbrung habiskan jatahnya orang sakit…..hmmmm

it’s my Story about my strange disease…. but I LIKE this disease……

ūüôā

____***Kisah Kecilku di Kampung Kecilku***____

WR____***Kisah Kecilku di Kampung Kecilku***____WRI

Kangen sama masa2 kecil yang begitu bahagia bersama ‚Äď
AYAH, IBU dan kakak,,,
Sebuah keluarga kecil yang melewati hari2 mereka di kampung orang karena di situlah tempat mencari nafkah bagi keluarga kecil tsb…
Meskipun bukan penduduk asli dkampung kecil itu tapi masyarakat disana sangat Ramah dan baik pada kami mereka menganggap kami seperti saudara bahkan keluarga mereka sendiri….

Jadi teringat:

Dengan semua kepolosanku, manjaku, tangisku, nakalku, bandelku, bawelku, keceriaanku, kelincahanku,.

Tentang perumahan guru yang dibelakangnya ada kuburan masyarakat, sekolah dasar yang merupakan tempatku menimbah ilmu & berteman serta tempatku bermain bersama teman2 disore harinya, laut belakang rumah (tempat ayahku memancing dan tempat ibuku mengajarkanku untuk berenang, tempatku mencari keong sampe2 pulang pas maghrib yg sering membuat ibu marah padaku), sumur belakang SD (tempatku membantu ibu mencuci pakaianku sendiri setiap minggunya), pasar yang setiap jum’at atau sabtu atau minggu (lupa,,hehehe) beli gogos yg dijual seorang nenek & es cendol, rumahnya indri yang di samping Puskesmas yang merupakan salah satu tempatku bermain tapi bukan hanya bermain2 tapi skalian makan,,,hehehe,,, untuk pertama kalinya aku merasakan yang namanya sayur daun ubi,,, dan makan buah sirkaya,,,

Tentang kebiasaanku bangun subuh untuk shalat & belajar yang ditemani oleh Sang Ibu-ku TERCINTA, ketika pembagian rapor yang bisa membuatku dapat hadiah dari sekolah dan dari ke2 ortuku krna aku selalu masuk rengking 3 besar setelah pembagian rapor waktunya untu membuka makanan yg dibawah untuk makan bersama guru2 kadang pergi rekreasi di pantai terdekat, hmm ketika pergi sholat maghrib di masjid & belajar ngaji bersama teman2, Jualan kerupuk’gula2’ikan hasil dari AYAH memancing, pelihara ayam yang setiap paginya ku beri makan & sorenya ku masukkan ayam2 itu kekandangnya,,, diajarin ayah belajar naik sepeda gunung, minta uang untuk nonton film (film pertama Film india : Kuch2 hota hai,hehehe), menangis ketika mantri2 datang di sekolah untuk menyuntik, lg sakit pergi nonton pernikahannya orang (kaburrrr dari suntikan dokter,,, tapi dengan tingkahku itu & tanpa suntikan dr dokter keesokan harinya aku sembuh), ketika aku & kakak dititipkan di tetangga krna ayah & ibu harus pergi mencari nafkah, hampir setiap harinya aku terjatuh di jalan raya yg penuh dgn bebatuan karena melihat bentuk awan yang mengerikan seperti Monster, mandi hujan & maen kapal2 yang terbuat dari kertas,,, dll…. pokoknya banyak kenangan yang sangat indah & yang takkan pernah terulang lagi dalam hidupku di kampung kecil itu…

hmm akhirnya kakakku kembali kesana karena ia ditempatkn di sana untuk bekerja tapi bukan spertai ibu & ayah sebagai pendidik tapi sebagai tenaga kesehatan,,

jadi pengen ke sana…

#kampung.kecil.ku#

*WR-Izu*

ūüôā

WA ODE RAHMADANIA PROFIL

*Data Pribadi*

Nama  lengkap         : Wa Ode Rahmadania

Nama  Panggilan      :Dani,Dania,Rahma,Rahmadania,Waode, Ode, WR

Nama Kecil              : danio, pyo-pyo

TTL                         : Bau-bau, 27 Maret 1992

Agama                     : islam

Status                      : Single

Alamat                    : jln. Hayam wuruk Kel.lanto (Bau-Bau)

  A.H Nasution Asrama Waluya (Kendari)

Hobby                     : Browsing internet, Maen basket, ngotak ngatik sesuatu, reading books

Kutipan                             : “jalani hidup dengan melakukan yang terbaik (yakinlah

   smuanya itu telah diatur oleh allah swt.), so smile for 

   your life dhanni and keep your spiritand always to

¬†¬†fight,,, STEP BY STEP TO BE BETTER‚ÄĚ

Ciri-ciri                           : simple, pendek, seperti gambar di

  samping

Sifat¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Simple, Sensitif ( tidak sesuai dengan pikiranku dan kenyataan), suka berimajinasi, murah senyum, keras kepala, berkemauan keras, friendly, rame… J

Kebiasaan                       : Suka gangguin orang, ngelihatin langgit (bintang, bulan, awan), selalu ingin tahu (tanya sampai akar-akarnya)

*Family*

Ayah                               : La Ode Izu

Ibu                                  : Falia,A,Ma,Pd

Nama saudara (Kakak)    : Wa Ode Fitriani (anny or fitry)

*Fobia*

Fobia kecil                      : Ngeliat bentuk awan yang kayak monster (dari kecil kan aku suka berimajinasi)

Fobia sekarang                : Kedalaman air laut n ketinggian

*Favorite*

Warna                             : Hijau, putih n hitam jg suka, biru juga, semua warna deh karna semuanya punya makna dan keunikan tersendiri.

Makanan                         : Martabak, mie, bakso, nasi (putih, goreng, kuning), kacang ijow,

Minuman                         : air putih, es teler, ice krim, fanta, minuman rasa Jeruk, pisang ijow,

Buah                               : apel hijau, rambutan, nenas, semangka, jeruk

Buku                               : ALL about Nursing, motivasi, komputer,

Club bola                        : Manchester united dan liver pool

Film indo                        : ketika cinta bertasbih, laskar pelangi, butter fly, garuda

                                        di dadaku, denias,

Film korea                      : full house, boys before flower, sashy girl chun yang,

Film taiwan                     : Hot shot,

Film india                       : kuch-kuch hota hai, mojhe dosti karongge, kabhi kushi kabhi gam, kahona pyar hai,

Film thailand                  : coklat, superstar, first LOVE

Film china                       : semua filmnya jackie chan, shaolin socer.

Film cartoon                   : spongeboob, naruto, detective conan, Upin ipin,

sekarang lagi lanjut kuliah di Magister Keperawatan PSIK UGM dan lagi nge-TESIS. Mohon doanya ya smoga cepat rampung kuliahku supaya aktif kembali NGE-BLOG.

Oleh karena itu Mohon Maaf beberapa komentar dan pertanyaan untuk sementara saya belum bisa balas. Fast Respon bisa hubungi saya melalui akun sosmed saya FB : https://www.facebook.com/Wr.waoderahmadania

Terima kasih atas pengertiannya.

Ttd

-Wa Ode Rahmadania-

PERAN DAN MANFAAT KEPERAWATAN DARI SEGI IDEOLOGI PANCASILA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.   Latar Belakang

Pada keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 647/MENKES/SK/IV/2000 tentang ketentuan umum pada Bab I Pasal 1 yaitu :

‚ÄúPerawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku‚ÄĚ.

Dengan demikian perawat memiliki peranan dan fungsi dalam melaksanakan profesinya yang secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien dalam kemandirian untuk hidup sehat ditinjau dari segi ediologi pancasila.

Ideologi Pancasila pada hakikatnya merupakan sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, keyakinan dan nilai bangsa Indonesia yang secara normatif perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyakat, berbangsa dan bernegara, namun kesadaran masyarakat akan ideologi bangsa itu bertingkat. Hal ini berarti bahwa kesadaran ideologi masyarakat berjalan dalam proses dan mengenal tahapan dalam intensitasnya.

Oleh karena itu peranan perawat khususnya perawat profesional sangat erat kaitannya dengan pendidikan pancasila khususnya etika nilai-nilai pengembangan profesinya dari efek pendidikan pancasila itu sendiri. Maka peranan perawat sangat menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab untuk memelihara dan mengelola asuhan keperawatan serta mengembangkan diri dalam meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan keperawatan.

  1. B.   Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

Mengetahui sejauh mana peranan secara aktif dan fungsi atau manfaat kesehatan khususnya dibidang keperawatan ditinjau dari segi ideologi pancasila.

 

 

  1. C.   Tujuan

Mengetahui peranan dan fungsi keperawatan ditinjau dari segi ideologi pancasila.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

PERAN DAN MANFAAT KEPERAWATAN DARI SEGI IDEOLOGI PANCASILA

Perawat profesional pemula mempunyai peran dan funsgi sebagai berikut:

‚ÄúMelaksanakan pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai kebijakan umum pemerintah yang berlandaskan pancasila, khususnya pelayanan atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas berdasarkan kaidah-kaidah‚ÄĚ yaitu :

  1. Menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola asuhan keperawatan.
  2. Berperan serta dalam kegiatan penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan atau asuhan keperawatan.
  3. Berperan secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien dalam kemandirian untuk hidup sehat.
  4. Mengembangkan diri terus menerus untuk meningatkan kemampuan profesional.
  5. Memelihara dan mengembangkan kepribadian serta sikap yang sesuai dengan etika keperawatan dalam melaksanakan profesinya. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang reaktif, produktif, terbuka untuk menerima perubahan serta berorientasi kemasa depan, sesuai dengan perannya.

 

  1. A.   PERAN KEPERAWATAN
  2. Peranan Perawat ( CHS 1989 )

Peran adalah tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap perawat dengan proses dalam sistem :

  1. Pemberi Asuhan Keperawatan.
  2. Pembela Pasien ( Patien Advocate ).
  3. Pendidikan Tenaga Perawat dan Masyarakat.
  4. Koordinator Dalam Pelayanan Pasien.
  5. Peranan Perawat ( Lokakarya Nasional 1983 )
    1. Pendidikan dalam Keperawatan.
    2. Pelaksana Pelayanan Keperawatan.
    3. Pengelola Pelayanan Keperawatan dan Institusi Pendidikan.
    4. Peneliti dan Pengembang Keperawatan.
    5. Peranan Perawat menurut Para Sosiolog :
      1. Therapeutik role : kegiatan yang ditujukan langsung kepada pencegahan dan pengobatan penyakit.
      2. Expressive/mother substitue role : kegiatan langsung menciptakan lingkungan dimana pasien merasa aman, diterima, dilindungi, dirawat dan didukung oleh perawat.
      3. Peran Perawat menurut Schulman :

Schulman berpendapat hubungan perawat dengan pasien sama dengan ibu dan anak antara lain :

  1. Kontak jasmani yang intim dengan kelembutan hati, rasa kasih sayang.
  2. Melindungi anak dari ancaman bahaya.
  3. Bila anak tumbuh lebih besar diberi dorongan untuk mandiri.
  4. Koordinator dalam pelayanan pasien.
  5. Kolaborator pembinaan kerja sama dengan profesi lain dna antar perawat sendiri.
  6. Konsultan/penasehat pada tenaga kerja dan klien.
  7. Pembaharu (agen of change) dari sistem, metodologi dan sikap.

Dibawah ini peran perawat secara umum yaitu :

  1. Meyakinkan bahwa perusahaan memenuhi peraturan dan perundangan.
  2. Mengembangkan program surveilance kesehatan
  3. Melakukan konseling
  4. Melakukan koordinasi untuk kegiatan promosi kesehatan dan fitnes.
  5. Melakukan penilaian bahaya potensial kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.
  6. Mengelola penatalaksanaan penyakit umum dan penyakit akibat kerja dan pertolongan pertama pada kecelakaan serta masalah kesehatan primer di perusahaan.
  7. Melaksanakan evaluasi kesehatan dan kecelakaan kerja.
  8. Konsultasi dengan pihak manajemen dan pihak lain yang diperlukan.
  9. Mengelola pelayanan kesehatan, termasuk merencakan, mengembangkan dan menganalisa program, pembiayaan, staffing serta administrasi umum.
    1. B.   FUNGSI KEPERAWATAN

Fungsi adalah pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan peranannya:

  1. Seven Function of the nurse (Phaneuf 1971)
    1. Melaksanakan perintah dokter yang sah dalam rangka penyembuhan penyakit (fungsi dependent).
    2. Observasi gejala dan reaksi penderita berkaitan dengan penyakit dan penyebabnya.
    3. Mengawasi pasien, memformulasikan dan merevisi rencana keperawatan secara terus menerus tergantung pada kondisi dan kemampuan pasien.
    4. Mengawasi segala pihak yang ikut merawat pasien dan mempertimbangkan kemampuan mereka dalam merawat.
    5. Pencatatan dan pelaporan keadaan pasien.
    6. Menerapkan dan melaksanakan prosedur dan teknik keperawatan.
    7. Pengarahan dan penyuluhan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan emosional.
    8. Fungsi Perawat ( PK ST. Carolus 1983 )
      1. Fungsi Pokok

Membantu individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat dalam melaksanakan kegiatan yang menunjang kesehatan, penyembuhan atau menghadapi kematian dengan tenang sesuai dengan martabat manusia yang pada hakekatnya dapat mereka laksanakan tanpa bantuan.

  1. Fungsi Tambahan

Membantu individu, keluarga dan masyarakat dalam melaksanakan rencana pengobatan yang ditentukan oleh dokter.

  1. Fungsi Kolaboratif

Sebagai anggota tim kesehatan, bekerja sama saling membantu dalam merencanakan dan melaksanakan program kesehatan secara keseluruhan yang meliputi pencegahan penyakit, peningkatkan kesehatan, penyembuhan dan rehabilitasi.

Didalam menjalankan fungsinya maka seorang perawat kesehtan kerja melakukan 2 kelompok pekerjaan yang besar yaitu :

  1. Penatalaksanaan kasus adalah dalam menerapkan proses keperawatan dan prinsip-prinsip kesehatan masyarakat pada pekerja dan tempat kerja. Dengan kata lain penatalaksanaan kasus adalah penerapan standar pelayanan klinis keperawatan pada tenaga kerja.
  2. Penatalaksanaan program adalah penerapan fungsi-fungsi administrasi pada program-program kesehatan dan keselamatan kerja.

Menurut kozier (1991) mengemukakan fungsi perawat :

  1. Fungsi keperawatan mandiri (independen)
  2. Fungsi keperawatan ketergantungan (dependen)
  3. Fungsi keperawatan kolaboratif (interdependen)

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. A.   KESIMPULAN

Berdasarkan isi makalah diatas, maka penulis menarik suatu kesimpulan yaitu :

  • Keperawatan profesional mempunyai peran dan fungsi sebagai berikut yaitu : ‚ÄúMelaksanakan pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanana kesehatan sesuai dengan kebijakan umum pemerintah yang berlandaskan pancasila khususnya pelayanan atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas‚ÄĚ.
  • Dengan demikian peran dan fungsi perawat itu sangat penting untuk pelayanan kesehatan, demi meningkatkan dan melaksanakan kualitas kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

B. SARAN

Dengan disusunnya makalah ini mengharapkan kepada semua pembaca agar dapat menelaah dan memahami serta menanggapi apa yang telah penulis susun untuk kemajuan penulisan makalah selanjutnya dan umumnya untuk lebih melaksanakan etika keperawatan dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila ke arah perawat yang profesional dan supaya pembaca lebih memahami manfaat perawat secara utuh .


 

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2000.Penyempurnaan Kurikulum Inti Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Pancasila Pada Perguruan Tinggi di Indonesia.

Munadjat Danusaputro, St. Mr. Prof. 1981. Wawasan Nusantara. Bandung : Depdikbud.

 

MANFAAT PERAWAT

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

 

Perkembangan keperawatan di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perkembangan keperawatan secara global. Dengan jelas dapat diamati bahwa secara berkelanjutan keperawatan di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat, baik dibidang pendidikan maupun di tatanan praktek keperawatan. Pada masa lalu keperawatan dilakukan lebih berdasarkan intuisi dan tradisi sehingga keperawatan dianggap hanya sebagai kiat tanpa komponen  ilmiah dan landasan keilmuan yang kokoh.

 

Masalah yang muncul adalah apabila peneliti kurang tepat dalam menyusun kerangka kerja teori/konsep sesuai dengan variabel yang akan diteliti, sehingga hasil penelitian akan kurang bermakna dalam perkembangan tubuh ilmu pengetahuan keperawatan (Body of Knowledge) dan akan mempengaruhi penerapannya dalam praktek keperawatan.

 

Untuk menghindari hal tersebut, sebelum suatu teori diterapkan pada praktek keperawatan tertentu dan dipergunakan peneliti sebagai kerangka kerja teori/konsep dari suatu riset keperawatan.

 

Teori keperawatan digunakan untuk menyusun suatu model konsep dalam keperawatan, sehingga model keperawatan ini mengandung arti aplikasi dari struktur keperawatan itu sendiri yang memungkinkan perawat untuk menerapkan cara mereka bekerja dalam batas kewenangan sebagai seorang perawat. Model konsep keperawatan ini digunakan dalam menentukan model praktek keperawatan, mengingat dalam model praktek keperawatan mengandung komponen dasar seperti adanya keyakinan dan nilai yang mendasari sebuah model, adanya tujuan praktek yang ingin dicapai dalam memberikan pelayanan kepada kebutuhan semua pasien serta adanya pengetahuan dan keterampilan dalam hal ini dibutuhkan oleh perawat dalam mengembangkan tujuannya.

 

  1. Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah yang dapat kami angkat, yaitu :

  1. Pengertian Perawat
  2. Pengertian Masyarakat
  3. Peran Perawat dalam Asuhan Keperawatan
  4. Manfaat perawat
  5. Fungsi Perawat dalam Asuhan Keperawatan

 

  1. Tujuan penulisan

 

Adapun tujuan penulisan makalah ini, yaitu :

  1. Agar mahasiswa dapat mengerti dan memahami serta mendeskripsikan  pengertian perawat
  2. Agar mahasiswa dapat mengerti dan memahami serta mendeskripsikan pengerian masyakarat
  3. Agar mahasiswa dapat mengerti dan memahami serta mendeskripsikan peran perawat dalam asuhan keperawatan
  4. Agar mahasiswa dapat mengerti dan memahami serta mendeskripsikan manfaat perawat
  5. Agar mahasiswa dapat mengerti dan memahami serta mendeskripsikan fungsi perawat dalam asuhan keperawatan

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

‚Äú MANFAAT PERAWAT‚ÄĚ

  1. Pengertian Perawat

Pengertian perawat pada lokakarya nasional 1983 telah disepakati pengertian keperawatan sebagai berikut, keperawatan adalah pelayanan yang merupakan bagian elemental dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan biopsikososio yang komprehensif yang ditujukan kepada individu, kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. perawat menurut UU RI. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki diperoleh melalui pendidikan keperawatan. Tyalor C Lillis C Lemone (1989) mendefinisikan perawat adalah seseorang yang berperan dalam merawat atau memelihara, membantu dengan melindungi seseorang karena sakit, luka dan proses penuaan. Pohon ilmu dari keperawatan adalah ilmu keperawatan itu sendiri.

 

Sehingga dapat didefinisikan bahwa perawat adalah tenaga profesional dibidang perawatan kesehatan yang terlibat dalam kegiatan perawatan. Perawat bertanggung untuk perawatan, perlindungan dan pemulihan orang yang terluka atau pasien penderita penyakit akut atau kronis, pemeliharaan kesehatan orang sehat, dan penanganan keadaan darurat yang mengancam nyawa dalam berbagai jenis perawatan kesehatan. Perawat juga dapat terlibat dalam riset medis, dan perawatan serta menjalankan beragam fungsi non-klinis yang diperlukan untuk perawatan kesehatan.

Perawat juga merupakan sumber daya kesehatan yang terdekat dengan masyarakat, yang telah dimiliki oleh pemerintah untuk dilibatkan dalam mengatasi masalah kesehatan. Upaya yang dilakukan adalah memberikan kewenangan dan perlindungan hukum yang kuat agar perawat bisa menjadi pilar pelayanan kesehatan primer dimasyarakat. Melalui peraturan atau undang-undang, kewenangan dan perlindungan diberikan kepada perawat yang kompeten untuk bertanggung jawab dalam pelayanan kesehatan dasar (Primer) yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat luas. Saat ini perawat dapat dijadikan seorang perawat professional melalui kerjasama dengan pemerintah daerah, LSM dan organisasi profesi serta dukungan perawat.

 

Perawat merupakan sumber daya terbesar dalam pelayanan kesehatan, dan lebih dari 40% sumber daya kesehatan adalah perawat. Perawat merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang ikut menentukan kemana citra pelayanan kesehatan akan dibangun. Sehingga kompetensi perawat harus selalu ditingkatkan sebanding dengan meningkatnya tuntunan masyarakat terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

 

  1. Pengertian Masyarakat

 

Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk suatu system semi tertutup atau semi terbuka, dimana sebagian besar interaksinya antara individu-individu yang berada dalam sekelompok masyarakat tersebut. Kata masyarakat sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu musyarak. Sedangkan menurut istilahnya masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar kelompok dan  komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya istilah masyarakat ini digunakan untuk mengacu kepada sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang hidup teratur.

 

Manusia termaksud dalam ruang lingkup masyarakat. Manusia bertindak sebagai klien yang merupakan mahluk biopsikososial dan spiritual yang terjadi dari aspek jasmani dan rohani yang umunya bersifat unik dengan kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat perkembangannya masing-masing.

Sebagai klien yang bersifat individu, sasaran pemenuhan kebutuhan dasarnya adxalah biopsikososial dan spiritual yang berbeda dengan individu lainnya. Karena itu diharapkan terjadi proses pemenuhan kebutuhan dasar kearah kemandirian. Kebutuhan dasar tersebut dapat meliputi kebutuhan fisiologis, keamana dan kenyamanan, cinta mencintai, harga diri dan aktualisasi diri.

 

Sebagai klien yang bersifat masyarakat, diartikan bahwa melalui masyarakat, kemampuan individu dapat mudah dipengaruhi dengan adanya fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, tempat rekreasi, transport, komunikasi dan social dengan adanya keyakinan yang kuat dari masyarakat sehingga pandangan masyarakat sangat diperlukan dalam proses perubahan untuk pemenuhan kebutuhan dasar.

 

  1. Peran Perawat dalam asuhan Keperawatan

 

Adapun peran perawat dalam asuhan keperawatan, yaitu :

  • Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan, yaitu dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan sehingga dapat ditentukan diagnosis keperawatan agar bisa direncanakan dan dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan¬† dasar manusia, kemudian dapat dievaluasi tingkat perkembangannya. Pemberian asuhan keperawatan ini dilakukan mulai dari yang sederhana sampai dengan kompleks
  • Peran sebagai advokat klien, yaitu membantu keluarga dank lien dalam menginterpretasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan atau informasi lain khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien.
  • Peran sebagai Edukator, yaitu dapat membantu klien dalam meningkat tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan
  • Peran sebagai koordinator, yaitu dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien
  • Peran kolaborator, yaitu dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi dan lain-lain dengan upaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan termaksud diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya
  • Peran sebagai konsultan, yaitu sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan.
  • Peran sebagai pembaharu, yaitu dapat dilakukan dengan mengadakan perencanaan, kerja sama, perubahan yang sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan

 

  1. Manfaat Perawat

 

Manfaat perawat dapat diperoleh dari optimalisasi peran dan tanggung jawab perawat, dimana manfaat utama perawat adalah untuk meningkatkan akses dan cakupan pelayanan kesehatan  yang luas hingga pelosok tanah air. Pendekatan pelayanan kesehatan dapat dijadikan sebagai pintu masuk untuk memberikan pendidikan kesehatan melalui kontak social dan budaya untuk merubah perilaku masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat. Sehingga penyakit-penyakit akibat kurangnya pengetahuan dan perilaku budaya yang tidak sehat seperti gizi buruk, penyakit infeksi, kematian ibu dan bayi dapat lebih ditekankan.

Adapun manfaat perawata yaitu :

  • Manfaat sebagai pemberi asuhan keperawatan, yaitu dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan sehingga dapat ditentukan diagnosa keperawatan agar bisa direncanakan dan dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia.
  • Dapat memberikan konsultasi sehubungan dengan masalah atau tindakan yang dialami pasien
  • Dapat memberikan informasi mengenai masaalah kesehatan yang dialami oleh pasien
  • Dapat memberikan penyuluhan kesehatan, bagi klien, keluarga dan masyarakat
  • Dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada klien

 

  1. Fungsi Perawat dalam Asuhan Keperawatan

 

Fungsi merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan perannya. Fungsi tersebut dapat berubah sesuai dengan keadaan yang ada. Dalam menjalankan perannya, perawat akan melaksanakan berbagai fungsi diantaranya :

  • Fungsi Independen, yaitu merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, dimana perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri, dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia, seperti pemenuhan kebutuhan fisiologis, pemenuhan kebutuhan keamanan dan kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta mencintai, pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri.
  • Fungsi dependen, yaitu merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari perawat lain. Sehingga sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. Hal ini biasanya dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum atau dari perawat primer keperawat pelaksana
  • Fungsi interdependen, yaitu merupakan fungsi yang dilakukan dalam kelompok atau tim yang bersifat saling ketergantungan antara satu dengan yang lain. Fungsi ini dapat terjadi apabila bentuk pelayanannya membutuhkan kerjasama tim dalam memberikan pelayanan seperti dalam memberikan asuhan keperwatan pada penderita yang mempunyai penyakit kompleks. Keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim perawat saja melainkan juga dari dokter ataupun lainnya sepeti dokter dalam memberikan tindakan pengobatan bekerjasama dengan perawat dalam pemantauan reaksi obat yang telah diberikan.

Fungsi perawat dalam pemberian asuhan keperawatan, yaitu :

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Mengkaji kebutuhan pasien atau klien, keluarga, kelompok dan masyarakat serta sumber yang tersedia danpotensial untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Merencanakan tindakan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat berdasarkan diagnosis keperawatan

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Melaksanakan rencana keperawatan yang meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyebuhan, pemulihan dan pemeliharaan kesehatan termaksud pelayanan klien dan keadaan terminal

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Mengevaluasi hasil asuhan keperawatan

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Mendokumentasikan proses keperawatan

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Mengidentifikasi hal-hal yang harus diteliti

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Berperan dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan kepada klien ataupun masyarakat

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Bekerjasama dengan disiplin ilmu, terkait dalam pemberian pelayanan kesehatan

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Mengelola perawatan klien dan berperan sebagai ketua tim dalam melaksanakan kegiatan keperawatan.

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Adapun yang dapat disimpulkan, yaitu :

  1. Perawat adalah tenaga profesional dibidang perawatan kesehatan yang terlibat dalam kegiatan perawatan.
  2. Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk suatu system semi tertutup atau semi terbuka, dimana sebagian besar interaksinya antara individu-individu yang berada dalam sekelompok masyarakat tersebut.
  3. Adapun peran perawat dalam asuhan keperawatan, yaitu :
  • Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan,
  • Peran sebagai advokat klien,
  • Peran sebagai Edukator,
  • Peran sebagai koordinator,
  • Peran kolaborator,
  • Peran sebagai konsultan,
  • Peran sebagai pembaharu,
  1. 4.        Manfaat utama perawat adalah untuk meningkatkan akses dan cakupan pelayanan kesehatan  yang luas hingga pelosok tanah air
  2. 5.        Adapun fungsi perawat, yaitu :
  • Fungsi Independen,
  • Fungsi dependen,
  • Fungsi interdependen,
  1. Saran

Dengan makalah ini penulis mengharapkan pada khususnya semua mahasiswa keperawatan STIKES MANDALA WALUYA dapat menjadikan panduan dalam mengetahui serta memahami pengertian dari perawat, masyarakat, peran perawat dalam asuhan keperawatan, manfaat perawat dan fungsi perawat dalam asuhan keperawatan. Sehingga dapat bermanfaat bagi kami pribadi, keluarga dan masyarakat dalam menunjang pengetahuan dalam menuju perawat yang professional kedepannya.